Tukang Parkir Antar Kakak Jadi Sarjana

Agustus 14, 2008 at 8:21 am Tinggalkan komentar

Tukang Parkir Pencetak Sarjana

Tukang Parkir Pencetak Sarjana

Surabaya – Tukang parkir, merupakan salah satu pekerjaan yang keras karena mereka harus bergelut dengan terik matahari, hujan, lalu lalang kendaraan, bahkan tidak mungkin nyawa mereka terancam karena harus mengatur puluhan bahkan ratusan kendaraan yang ingin masuk ke kantong-kantong parkir.

Semua risiko tersebut justru menjadi tantangan bagi Sujaik (50) warga Jombang untuk dapat mengentaskan anak-anak dan keluarganya agar bisa menjadi orang yang hidup layak di tengah-tengah masyarakat.

Laki-laki yang sudah 30 tahun ini menekuni perekjaraan sebagai tukang parkir di kompleks Pasar Keputran Surabaya mengakui, kalau dilihat dari hasil yang didapat setiap hari memang tidak mungkin dapat membantu kakaknya, Marzuki, sekolah hingga menjadi sarjana di Universitas Darul Ulum Jombang.

“Dalam hati saya bertekad harus bisa karena saya tidak ingin kakak saya seperti saya,” kata Sujaik yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Darul Ulum hanya setahun tersebut.

Uang hasil parkir yang rata-rata Rp40 ribu/hari tersebut tidak dihabiskan semuanya tetapi disisihkan sebagain untuk membantu biaya pendidikan kakaknya saat itu. “Satu bulan sekali saya kirimkan uang itu untuk keluarga di rumah. Setiap saya kirim, saya selalu mengatakan agar digunakan untuk membiayai pendidikan kakaknya,” katanya.

Ia mengakui, dari hasilbekerja sebgaai tukang parkir tersebut, setiap harinya bisa mendapat Rp75 ribu tetapi setelah dipotong untuk makan dan keperluan lainnya akhirnya yang dibawa ke rumah hanya Rp40 ribu hingga Rp50 ribu.

Sekarang ini, kakaknya bekerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. “Meskipun kakaknya sudah mapan, tetapi saya dan kakaknya juga membantu membiayai adik-adiknya sekolah. Adik saya sudah ada yang jadi guru,” katanya.

Lain Sujaik, lain pula dengan Sukri (51) warga Dinoyo Surabaya. Laki-laki beranak satu itu bekerja sebagai petugas keamanan di Pasar Keputran Surabaya, tetapi dalam kesehariannya membantu tukang parkir lain untuk menertibkan kendaraan yang akan parkir di pasar tersebut.

“Saya memang sudah mendapat gaji dari perusahaan Rp1,2 juta per bulan tetapi dengan membantu menjadi tukang parkir ini saya mendapat tambahan penghasilan Rp15 ribu per hari. Gimana lagi mas’ dalam kondisi perekonomian seperti ini, kalau tidak ada sampingan susah hidup mas,” katanya.

Sebenarnya, anak semata wayang itu bisa sekolah sampai ke Perguruan Tinggi tetapi si anak tersebut yang tidak mau. “Saya inginnya dia sekolah lebih tinggi lagi tetapi anaknya tidak mau, ya’ mau apa lagi,” katanya seraya menambahkan anaknya perempuannya hanya sekolah sampai bangku SMA.

Iklan

Entry filed under: Kesra. Tags: .

Penjual Ban Bekas Kerja Keras untuk Sekolah Anaknya Tukang Becak Mampu Sekolahkan Anak ke PT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


info terkini

Galeri Foto

Transaksi Bayam

Berkat Ikan

suli1

pindang2

pindang1

Rela Berkotor-Kotor

Menyapu

Menanti Pembeli

Berat !!!

sepi

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: